Selasa, 17 September 2013

Jika Kamu Adalah Tulang Rusukku


Jika kamu adalah tulang rusukmu ..



Bismillahirrohmanirrohim ..
Jika kamu adalah tulang rusukku ..

Aku berharap, jika nanti Allah mempertemukan kita ..
Kau akan selalu menguatkanku, untuk menuntunmu menjadikanmu istri shalihah :')
                              
Menjadi istri shalihah, yang nantinya akan menjadi Bidadari di Syurga Allah .
Karena aku ingin kita akan disatukan di dunia dan akhirat :')

Andai kau ditakdirkan menjadi umi untuk anak"ku..
Jadilah umi ysng bisa mendidik anak kita, sehingga menjadi anak kebanggaan di dunia dan akhirat..

Karuniakan kami anak yang shaleh dan shalihah :')
Anak yang bisa menjunjung tinggi Dienullah ini ..
Aamiin ..

Andai .. Kau ditakdirkan untukku ..
Kuharap kau bisa menjadi makmum buatku dan panutan bagi anakku..
Menjadi ibu yang baik dalam rumah tangga kita :')

Andai .. Kau ditakdirkan untukku ..
Cintai aku apa adanya dan bisa menyikapi kekuranganku dengan penuuuhhh kebijaksanaan :')

Andai aku salah ..
Tegurlah aku dengan kata-katamu yang penuh dengan kelembutan dan kehangatan :')

Jika aku marah ..
Belailah rambutku dengan penuh kasih sayangmu ..
Agar marahku bisa menjadi kelembutan :')

Jika aku sedang gelisah ..
Peluklah aku dengan penuh kehangatan dalam pelukmu ..
Agar kegelisahanku menjadi kedamaian bersamamu :')

Jika aku lupa ..
Ingatkanlah aku dengan penuh kasih sayang ..
Agar nanti kau tetap menjadi suri tauladan bagiku dan anak kita :')

Sungguh .. Itu semua karena ..
Aku hanya mengharapkan makmum yang baik dalam rumah tanggaku.
Yang bisa membawaku ke jalan yang di Ridhoi-Nya :')

Tentunyaaa jalan yang menuju Syurga-Nya bersama dirimu, wahai istriku ..
In syaa Allah ..
Jika nanti ku dipertemukan denganmu :')

Senin, 16 September 2013

waktu (penyesalan tak ada arti)

detik mulai tak terdengar. waktu yang sedang membisu. kucoba melirik ke arah sisi gelap hati ini. ku termenung dan mulai mencari arti smua ini. dan mulai ku temukan serpihan tentangmu. ku terdiam dan mulai menyesali kebodohan. hanya sebuah ingatan masalalu, yang terfikirkan olehku.
ku coba berjalan menelusuri kenangan. mengingat jejak" langkah yang tercipta. bernostalgia dengan waktu" yang telah terlewati.namun semua itu tak dapat mengubah waktu. semua itu tak dapat membuat cerita baru.
akankah ku terus terdiam?
haruskah ku menghrapkan cerita dulu?
tidak.
kini waktu mulai berjalan, sinar harapan kian menyinari. asa yang dulu mulai pudar, kini terangkai kembali oleh mimpi" yang tercipta. hanya diri ini, yang dapat membuat hati ini tak merasa sendiri lagi. hanya hati ini yang dapat membuat waktu berjalan. membuat cerita dan kisah baru. dan hati ini yang dapat mengerti, saat kita menyesal akan perbuatan, lalu bangkit dan berjalan meninggalkan penyesalan. dengan membawa harapan, mimpi, serta asa. hati ini dapat menciptakan kisah baru. membuat cerita baru.
waktu penyesalan tak ada arti.

Minggu, 15 September 2013

Ada Hari (Namun Percayalah)

Ada hari dimana sepertinya kau tak
ditakdirkan hidup bahagia bersama
seseorang yang kau cintai.

Ada hari dimana seseorang yang
memaksamu berjuang, akhirnya
memintamu menyerah.

Ada hari dimana seseorang yang
berjanji untuk tetap bersama denganmu, ternyata pergi
meninggalkanmu.

Ada hari dimana seseorang memberimu harapan, tetapi ternyata bukan kau yang dia harapkan.
Ada hari dimana cintamu terabaikan,
ada hari dimana cintamu bertepuk
sebelah tangan.

Ada hari dimana engkau telah
berusaha menjaga dan memperjuangkan
cinta, tetapi yang kau dapat hanyalah duka cita.

Ada hari kau begitu mencintai
seseorang, begitu takut kehilangannya, tetapi Tuhan menuliskanmu bahagia
tanpanya

Ada hari dimana seseorang yang
membuatmu mengerang kenikmatan,
mengenangmu sebagai yang layak
dilewatkan. #17+

Ada hari kamu duduk berdua dengan
seorang yang kau cinta atau dia
bersandar mesra, sebagai teman.

Ada hari di saat kau begitu yakin dia cinta terakhirmu, tetapi ternyata dia harus menjadi bagian dari masalalumu.

                                                Ada Hari (Namun Percayalah)

Ada hari dimana kita dibuat
mengerti bahwa yang mencintai dan
dicintai tak selalu orang yang sama.

Ada hari, sepertinya seseorang
sedang berlari mendekatimu, tetapi
ternyata menuju seseorang yang berada dibelakangmu.

Ada hari dimana kupu - kupu di
dadamu pergi, lalu kunang - kunang
memusingkan kepala, seolah berkata; "kenang, kenang!".

Ada hari, segala yang menurutmu
baik, segala yang menurutmu benar
dibenarkan oleh Tuhan.

Ada hari dimana kau mengingat
dengan cara mengenang, bukan lagi
dengan merindu dan mendoakan.

Ada hari dimana apa yang kau inginkan kalah telak dengan apa yang kau takutkan.

Ada hari dimana yang meramaikanmu, hanya lagu yang kau putar sendiri. Yang menghangatkanmu, hanya kopi yang kau buat sendiri.

Ada hari dimana kau dihadapkan
pada apa yang selama ini kau
punggungi, lalu kau kalah, dan pura - pura baik - baik saja.

Ada hari, pada sebuah hujan, ia yg
kau cinta terus berjalan dibawah
payungnya, dan diseberang jalan, ia
melihatmu sebagai orang asing.

Ada hari dimana kau memilih hidup
masing - masing dengan seorang yang
kau cinta, dan merasa asing di hidupmu sendiri.

Ada hari dimana cintamu seperti
batang yang tak bisa membuat bunting, tak bisa menetaskan bahagia, hanya bisa meneteskan luka.

Ada hari dimana kebahagiaanmu tak sesuai dengan apa yang kau pesan pada Tuhan dalam doa - doamu.

Ada hari dimana seseorang yang
melarangmu menangis, justru memberi alasan atau membuatmu menangis.

Ada hari dimana kita begitu
mencintai seseorang yang hanya
ditakdirkan menjadi teman.

Ada hari dimana kita diharuskan
berhenti pada apa yang disebut
mengagumi.

Ada hari dimana kita menjatuhkan hati ke seorang yang tepat, tetapi diwaktu yang salah.

Ada hari dimana doa - doa seperti kutukan, angan - angan seperti api unggun yang membakar, bukan menghangatkan.

Ada hari dimana hatimu hanya
dijadikan lapangan, tempat seseorang berlari, lalu pulang saat dia mulai tenang dan kembali senang.

Ada hari dimana hatimu hanya
dijadikan pentas, tempat seseorang
menari menginjakmu, lalu pergi saat ia merasa puas.

Namun percayalah, juga ada hari
dimana kau akan hidup bahagia
menghabiskan masa tua, dengan
seseorang yang sangat kau cinta.

Sabtu, 14 September 2013

Saat Malam Bercerita

                                                Saat Malam Bercerita

kau tau apa yang ku rasakan? kau tau apa yang aku fikirkan? malam? kau selalu menertawakanku saat ku mulai mmikirkannya. bukan tuk menghinaku, hanya sekedar menghibur tanpa ada niat melukai. saat ku mulai merindukannya, kau selalu berkata, melalui isyarat angin yang meneduhkan hati ini. malam? kau tau apa yg ku rasa, gelapmu yang membuatku terang, anginmu yang membuatku tenang, udaramu yang membuatku terbang, malam? hadirkan sebuah lamunan saat ku mulai terpaku olehnya. kau ingatkanku akan rasa yang tak pasti arahnya. seperti anginmu. dan malam mu, yg mengingatkan aku akan sikap nya, yang hanya sesaat datang dan pergi, sama saat malam mu berganti siang, dan berganti malam kembali. di dalam keheningan malam ini, ku terpaku mngenangmu. mengenang tanpa ku tau apa kau peduli. :) kuberharap rasa ini selalu ada, seperti malam mu yang ada meski siangnya menggantikanmu. semoga aku yakin. di dalam keheningan malam

Aku Butuh Kamu Untuk Bahagia


Aku Butuh Kamu Untuk Bahagia

Hangat dalam hening, kini tiada lagi yang lebih pagi dari sapamu.
Seperti bola saga yang mengintai dari celah daun,
Cahaya berjinjit diam-diam masuk dari selah jendela kamarku.
Mengusap keningku, menampar sepi.
Menyadarkan bahwa kasih sayangmu lebih indah dari sekedar bunga.

Lelap yang kerap mekar di ambang fajar.
Meski mentari seperti tergesa-gesa mengusir mimpi.
Selalu ada yang patut untuk di ingat ketika sedang terjaga.
Dan kecemasan-kesemasan itu hilang begitu saja

Ada saat berbincang berdua denganmu lebih dari apapun.
Sebab kebahagiaanku ini , perempuanku.
Melebur bersama udara yang kerap memenuhi rongga dada.
Berdetak seirama degup jantungmu,
Menjadi nada yang terucap dari bibirmu.
Jatuh adalah sebuah paradoks, daun tak pernah tau kebahagiaan berada dibelahan bumi yang mana.
Tangkai memerlukan angin untuk menempatkan daunnya yang menguning gugur ketanah yang damai.
Atau kopi mesti diaduk untuk menghasilkan citarasadan mengeluarkan aroma yang membuat pagi bergegas membangkitkan gairah.
Maka, aku butuh kamu untuk bahagia.

Aku Bodoh (Awalnya)


Aku Bodoh (Awalnya)


Aku, keegoisan yang menerkamku perlahan. Merasa kau memliki rasa yang sama. Berharap memilikimu dengan status (pacar). Aku, seseorang yang menganggap dirinya pantas, mengira dirinya layak untuk memilikimu. tanpa mengerti arti memilikinya sebelumnya. Hmmmm ya begitulah aku awalnya. Tak pernah mengerti perjuangan sang embun bertahan, berharap sinar matahari tak mengenainya. Mungkin jaman yang ku ikuti. Ku tak merasa berdosa melakukannya. Aku hanya melakukan apa yang aku inginkan. Sesaat kaki dan tanganku mengatakan, tubuhku pun mengiyakan. Kutak pernah merasa berdosa. Namun, Tuhan memang adil. Memang ku tak langsung bertaubat. Memang Dia tak mengirimkan malaikatnya. Namun, Dia mengirimkan sedikit cahayanya untukku, menjelma sebagai seorang wanita muslimah. Sehingga membuatku sedikit demi sedikit tersadar. Cahaya itu membuat terang yang gelap. Membuat terlihat yang tak terlihat. Hingga akhirnya akupun tau apa yang harus kulakukan, cahaya itu mungkin nanti akan bias kumiliki, tapi yang jelas saat ini, aku harus menjaganya, agar cahaya itu tetap bersamaku hingga nanti aku pantas untuk memilikinya.

Rasa Yang Berkata


Rasa Yang Berkata

Pada awalnya ku tak mengerti. Saat pertama kalli rasa ini kutemukan. Aku melihat dia duduk sendiri, termenung dengan tatapan kosong. Terpaku tanpa arah. Hingga kau datang menyapanya. Langkah lembut terdengar seketika kau mendekatinya. Lalu kau bertanya “apa yang kamu lakukan disini?”  rasa itu menjawab “ kamu alasanku untuk disini”. Lalu kau bertanya kembali “kenapa aku?”  dan rasa itu bertanya kembali “pernah ku bermimipi, dan saat itu juga aku tersadar akan hal ini, hal yang menjadikanmu alasan”. Kemudian rasa ini pun bertanya “kenapa kau disini? Apa yang kau mau?” kaupun menjawab “aku hanya ingin berjalan, jejakku selalu menghantuiku” . dan rasa itu berkata sambil tersenyum “teruslah berjalan, aku akan terus ada disini, untuk menjaga jejakmu selanjutnya. Memperhatikanmu dari sini, ketika kau melangkah lagi. Dan aku akan selalu ada dibelakangmu, tuk menghitung jejakmu. Agar kutau, berapa kali aku harus mendoakanmu. Aku akan selalu ada dibelakangmu, agar aku bias membantumu disaat kau tak mampu lagi melangkahkan kakimu. Jika kau tak lagi mengharapkanku,aku akan terus ada disini saat sesaat jejak itu mulai kembali menyapaku.karna yang memilikiku inginkan kamu bahagia.meski kau tak mengharapkanku”. Dan kaupun berkata “ku hanya menginginkan teman untukku berjalan”.  Sambil tersenyum kau kembali melangkah meninggalkan rasa ini